Retorika.co.id, Takalar – Sekda Takalar Muhammad Hasbi memimpin upacara hari kesadaran nasional di kantor bupati Takalar, dalam sambutannya ‘Jangan cuma pandai mengusulkan, tapi tak tahu indikatornya, tak hafal targetnya, bahkan tak bisa menjelaskan dasar hukumnya”.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar Muhammad Hasbi, kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis (17/9/2026).
Selain itu upacara setiap tanggal 17 tidak boleh berhenti sebagai rutinitas dan seremoni tetapi merupakan momentum pembinaan bagi Aparatur Pemerintah, TNI, Polri, PNS, PPPK, dan seluruh abdi negara.
Hasbi juga meminta semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam pekerjaan sehari-hari. Bukan sekadar hadir dan menjalankan rutinitas kantor.
“Semangat 17 Kemerdekaan RI harus tetap diingat setiap saat, dan diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab, karya nyata, integritas, serta kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Hasbi juga menekankan pentingnya kemampuan manajerial bagi setiap pimpinan. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga pengawasan harus berjalan jelas.
Pesan itu semakin ditekankan menjelang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
“Saya minta seluruh OPD tidak hanya membawa usulan kepada DPRD, tetapi juga mengerti apa indikatornya, apa targetnya, apa dasar hukumnya, dan seberapa besar kontribusi usulan tersebut untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Upacara tersebut dihadiri Kapolres Takalar, Dandim 1426/Takalar, Ketua Pengadilan Agama Takalar, Ketua DPRD Takalar, para pimpinan OPD serta ASN lingkup Pemkab Takalar.
(MSYR)






