Retorika.co.id, Takalar – Kepala Desa Tarowang Syamsualam Dg. Gassing menyalurkan bantuan Beras 10 kg dan minyak Goreng 4 liter (Minyakita), sebanyak 205 KK penerima Manfaat dari 4 Dusun, bertempat di kantor Desa Tarowang kec.Galesong selatan kab.Takalar. Jum’at, 19 Desember 2026.
Pemerintah Desa Tarowang Syamsualam sangat berterima kasih, terlebih di bulan-bulan akhir tahun seperti sekarang. Pada periode ini, masyarakat biasanya mulai mengalami kekurangan kebutuhan pokok, khususnya beras.
Namun harapan kami yang berulang sebenarnya terletak pada persoalan data penerima bantuan. Masih ditemukan fakta di lapangan bahwa ada warga yang sudah meninggal dunia tetapi namanya masih tercantum sebagai penerima. Ada pula warga yang sudah tidak lagi tinggal di desa ini, namun datanya tetap muncul. Bahkan, ada warga yang sebenarnya sudah tidak layak menerima bantuan, tetapi masih mendapatkan jatah.
Seharusnya, sebelum beras bantuan ini diturunkan, data tersebut terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pemerintah desa. Dengan begitu, penyaluran bantuan dari Bulog bisa benar-benar tepat sasaran.
Pada penyaluran sebelumnya, Desa Tarowang sempat berpolemik. Bahkan sempat diberitakan bahwa Tarowang menolak program bantuan dari Presiden. Padahal yang sebenarnya terjadi bukan penolakan terhadap bantuannya, melainkan penolakan terhadap data penerima yang tidak sesuai. Masalahnya, sering kali dalam satu rumah ada dua orang yang sama-sama menerima bantuan, sementara di sisi lain masih banyak warga kurang mampu yang justru tidak kebagian.
Yang ingin kami lakukan adalah melakukan penataan atau teknis penyaluran, agar warga yang sudah mampu namun masih menerima bantuan bisa dialihkan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu. Sayangnya, pada saat itu terjadi kesalahpahaman dengan pendamping program.
Terkait penerima bantuan yang telah meninggal dunia, bantuan tersebut tentu tidak hilang begitu saja, melainkan dialihkan kepada warga lain yang memang layak menerima dan membutuhkan. Hal inilah yang sejak awal kami tekankan, agar bantuan dapat disalurkan berdasarkan skala prioritas dan tepat sasaran.
Ke depan, kami berharap program-program pemerintah yang masuk ke desa bisa lebih fokus pada pengembangan yang berkelanjutan. Jika berbicara mengenai pembangunan, yang paling penting untuk dibina adalah sumber daya manusianya (SDM).
Ibaratnya, ketika ada orang yang lapar, jangan hanya diberi makanan. Akan lebih baik jika diberi “pancing”, agar ia bisa menghasilkan sesuatu. Artinya, masyarakat perlu diberikan dukungan, pendampingan, dan keterampilan agar mampu mandiri secara ekonomi. Tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarganya, bahkan lingkungan sekitarnya.
Inilah yang kami maksud sebagai peningkatan kualitas, sehingga program-program pemerintah benar-benar dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Laporan – Mansyur






