Retorika.co.id, Takalar — Kepala SDN 101 Pattallassang, Kabupaten Takalar, disorot karena diduga merangkap sebagai bendahara sekolah. Kondisi tersebut disebut membuat pengelolaan dana media di sekolah menjadi tidak jelas dan menimbulkan keresahan di kalangan bendahara maupun pihak terkait.
Bendahara mengaku kesal karena kepala sekolah disebut tidak pernah menyiapkan atau menyimpan dana media sebagaimana yang dipahami dalam petunjuk teknis. Akibatnya, bendahara diduga harus menggunakan uang pribadi ketika memberikan uang kepada wartawan yang datang untuk berkunjung.
Kondisi ini perlu segera diklarifikasi oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar. Pengelolaan keuangan sekolah, termasuk dana yang berkaitan dengan media atau publikasi, harus dilakukan secara transparan, tertib, dan sesuai ketentuan agar tidak membebani pihak tertentu maupun menimbulkan dugaan penyalahgunaan anggaran.
Selain itu, kepala sekolah 101 Pattallassang jarang tinggal di sekolah dan terlalu banyak kegiatan diluar jam kerja,
Sorotan tersebut diharapkan menjadi perhatian bagi pihak berwenang terkhusus Bupati Takalar dan Dinas Terkait untuk melakukan pemeriksaan dan pembinaan. Klarifikasi dari kepala sekolah serta bendahara diperlukan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik dan seluruh pengelolaan dana di SDN 101 Pattallassang dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
(MNSYR)






