Retorika.co.id, Takalar – Sejumlah siswa SDN Inpres 224 Manyampa, Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, mengeluh sudah lima hari tidak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait kelancaran distribusi program pemenuhan gizi bagi peserta didik di sekolah tersebut. Jum’at 9 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media, sebelumnya penyaluran MBG untuk siswa SDN Inpres 224 Manyampa dikelola oleh dapur SPPG YAYASAN RIDHO ILAHI SEJAHTERA MANDIRI yang berlokasi di Boddia Galesong.
Namun, setelah pengelolaan distribusi diambil alih oleh dapur SPPG YAYASAN GARUDA YAKSA NUSANTARA yang berlokasi di Desa Pattinowang, para siswa disebut tidak lagi menerima jatah makanan selama beberapa hari terakhir.
Saat dikonfirmasi oleh tim media, sejumlah siswa mengungkapkan bahwa mereka sudah beberapa hari tidak mendapatkan MBG, sementara siswa di sekolah lain disebut telah menerima penyaluran makanan tersebut.
Situasi ini menjadi perhatian karena program MBG diharapkan dapat menjangkau seluruh peserta didik yang menjadi sasaran secara merata dan berkelanjutan.
Kepala SDN Inpres 224 Manyampa berharap agar pihak pengelola dapur MBG bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi dan memulihkan distribusi makanan ke sekolahnya.
Jangan sampai persoalan peralihan pengelolaan atau kendala teknis distribusi justru membuat hak siswa untuk menerima manfaat program terabaikan.
Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai penyebab terhentinya penyaluran sekaligus memastikan MBG kembali diterima siswa secara rutin.
(MANSYUR)






