Retorika.co.id, Takalar – Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) BKPRMI Galesong di bawah kepemimpinan Ustadz Zainal Nakku melaksanakan kegiatan Pra Munaqasya yang bertempat di Masjid Nurul Taufik Romang Sapira, Desa Parasanga Beru. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para santri dari berbagai TK/TPA binaan BKPRMI Galesong yang hadir sejak pagi untuk mengikuti ujian persiapan tersebut di Desa Parasangan Beru Kec.Galesong Kab.Takalar, Minggu, 9 November 2015.
Sebanyak 224 santri dari 32 TK/TPA ikut serta dalam kegiatan pra munaqasya kali ini. Para santri diuji dalam berbagai aspek, seperti kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan surah pendek, doa sehari-hari, hingga pemahaman dasar tentang akhlak dan ibadah.

Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan yang penting bagi BKPRMI dalam menilai sejauh mana perkembangan dan kesiapan santri sebelum mengikuti munaqasya tingkat kecamatan.
Menurut Ustadz Zaenal Nakku, pra munaqasya merupakan langkah awal dalam memastikan kualitas santri agar mampu menampilkan kemampuan terbaiknya pada munaqasya yang sebenarnya. “Kegiatan ini menjadi ajang latihan sekaligus evaluasi.
Kami ingin melihat sejauh mana para santri memahami pelajaran yang telah diberikan oleh para ustadz dan ustadzah di masing-masing TK/TPA,” ungkapnya.
Selain sebagai ajang evaluasi, pra munaqasya juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar pengajar dan pengurus TPA se-Kecamatan Galesong. Melalui kegiatan ini, BKPRMI Galesong terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berilmu.
Para pembina berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an di kalangan anak-anak sejak dini.
Kegiatan pra munaqasya diakhiri dengan doa bersama dan pesan dari para pembina agar seluruh santri terus berlatih dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh menghadapi munaqasya mendatang.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan para orang tua, BKPRMI Galesong optimis melahirkan santri-santri yang tidak hanya cerdas dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan – Mansyur






