Retorika.co.id, Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar meresmikan 81 titik jaringan irigasi tersier di Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Selasa, (22/09/2026).
Peresmian yang dilakukan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur pertanian sekaligus memastikan ketersediaan air bagi lahan petani.
Daeng Manye mengatakan irigasi menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Ia mengaku melihat pertumbuhan sejumlah tanaman pertanian yang cukup baik sepanjang perjalanan menuju lokasi peresmian.
“Alhamdulillah, dalam perjalanan kami menuju tempat ini, saya melihat mulai dari Pattallassang sampai ke Moncongkomba, tanaman-tanaman tumbuh subur. Ada padi, kacang, jagung, Alhamdulillah tumbuh dan subur,” ujar Daeng Manye.
Menurut dia, pembangunan irigasi dilakukan agar petani di wilayah Polsel tidak terus bergantung pada pompa untuk mendapatkan pasokan air.
“Karena di Polongbangkeng Selatan ini banyak tanah yang harus dialiri irigasi. Makanya saya dan seluruh jajaran, Kadis PU, Kadis Pertanian, berjuang untuk mengadakan irigasi ini, sehingga masyarakat kita bisa menikmati air,” katanya.
Daeng Manye berharap keberadaan jaringan irigasi tersebut dapat meningkatkan produktivitas lahan dan berdampak pada peningkatan hasil pertanian.
“Dengan adanya irigasi, masyarakat kita lebih sejahtera karena hasil pertaniannya bertambah,” ucapnya.
Petani Desa Moncongkomba, Kulle, 56 tahun, menyambut pembangunan irigasi tersier tersebut. Menurut dia, akses air menjadi salah satu kebutuhan utama petani dalam mengelola lahan.
“Dengan adanya irigasi ini, kami sebagai petani tentu sangat terbantu. Air lebih mudah masuk ke lahan, sehingga kami tidak terlalu bergantung pada pompa,” kata Kulle.
Ia berharap pemerintah daerah tetap aktif memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur pertanian. Menurut Kulle, keterbatasan anggaran daerah membuat dukungan dari pemerintah pusat tetap diperlukan.
“Kalau tidak kita perjuangkan ke Jakarta, bagaimana kita mendapatkan irigasi? Banyak sekali daerah yang menginginkan hal yang sama. Kalau tidak membawa proposal yang bagus dan benar, kita tidak mendapatkan apa-apa,” ujarnya.
Selain irigasi, Daeng Manye menyoroti kondisi jalan yang menjadi salah satu jalur ekonomi masyarakat Moncongkomba.
“Saya akan catat dan sampaikan kepada Kadis PU agar menjadi prioritas. Walaupun sudah ada DED-nya, sudah disurvei, diukur dan dihitung,” katanya.
Ia mengatakan jalan tersebut akan diupayakan masuk dalam usulan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Desa 2027. Pembahasan anggaran 2026, kata dia, sudah berjalan sehingga usulan tersebut diarahkan untuk periode berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan sejumlah bantuan pertanian kepada kelompok tani, di antaranya alat dan mesin pertanian (alsintan), mesin pompa air 3 inci, serta pupuk Urea dan Phonska.
Daeng Manye mengatakan peningkatan kesejahteraan petani menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
“Saya lebih senang kalau masyarakat, warga saya, petani saya bisa tersenyum. Menjadi pikiran saya kalau masih banyak hal-hal yang harus kita selesaikan dan membutuhkan campur tangan Bupati,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kekompakan dan silaturahmi agar pembangunan desa dapat berjalan bersama.
“Jaga kekompakan, jaga silaturahmi masyarakat desa agar desa ini bisa membangun. Antara satu kampung, satu dusun dengan dusun yang lain harus saling bahu-membahu,” katanya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Takalar Parawangsa, Plt Camat Polsel Ayatullah Rawatib, Kepala Desa Moncongkomba Abd Basir, Lurah Bulukunyi Ahmad, Kepala Desa Cakura, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta jajaran TNI-Polri.






