Retorika.co.id, Takalar– Pantai Boddia di Galesong seharusnya indah. Tapi tiap ombak datang, yang mendarat bukan hanya pasir. Sampah plastik juga, perang melawan sampah dimulai di Dusun Boddia Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Rabu (29/4/2026)
Peltu Muhammad Nawar, Batituud Koramil 1426-04/Galesong, pimpin pasukan gabungan. Anggotanya: personel Koramil 1426-04, Kepala Dusun Boddia *Alauddin Dg. Manye*, dan 20 warga Dusun Boddia.
Sasarannya satu: *pesisir pantai Boddia*. Musuhnya jelas: *tumpukan sampah plastik* yang kotori pasir dan ancam laut.
Selama hampir 2 jam, cangkul, karung, dan tangan-tangan kasar prajurit + nelayan bersatu. Tidak ada pangkat di pantai. Yang ada hanya satu misi: *kembalikan birunya laut Boddia*.
“Sampah plastik ini musuh kita bersama. Kalau pantai kotor, ikan lari. Kalau ikan lari, perut nelayan kosong. Jadi ini bukan sekadar bersih-bersih. Ini jaga dapur rakyat pesisir,” tegas Peltu Nawar.
Pukul 09.25 Wita, misi selesai. Hasilnya nyata: *pesisir pantai Boddia bersih dari tumpukan sampah plastik*. Pasir kembali terlihat. Ombak kembali biru. Senyum Kadus dan warga lebih lebar dari biasanya.
Ini bukti Karya Bakti TNI: *tidak pilih medan. Dari gunung sampai pantai, kalau rakyat butuh, loreng hadir*. Koramil 1426-04/Galesong pastikan: Boddia tidak boleh kalah sama sampah. (Pendim1426).
(MANSYUR)






