Retorika.co.id, Takalar – Di bawah kepemimpinan Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, bersama Wakil Bupati, H. Hengky Yasin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses informasi dan meningkatkan literasi digital hingga ke pelosok desa.
Salah satu program unggulan yang kini manfaatnya mulai dirasakan nyata oleh masyarakat adalah Pojok Internal Desa (POINDES). Saat ini, program tersebut telah terealisasi di 50 desa dari total 86 desa yang tersebar di Kabupaten Takalar.
Kehadiran POINDES menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menyediakan ruang literasi dan akses informasi berbasis digital di tingkat desa. Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi penting, mulai dari layanan pemerintahan, progres pembangunan, edukasi digital, hingga sumber pembelajaran yang bermanfaat bagi pelajar dan generasi muda.
Selain itu, POINDES berfungsi sebagai sarana peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan informasi dan pelayanan publik berbasis teknologi. Dengan dukungan fasilitas ini, pelayanan administrasi desa diharapkan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Bagi masyarakat, manfaat POINDES meliputi:
* Akses Informasi: Mempermudah jangkauan terhadap informasi publik dan program strategis pemerintah.
* Literasi Digital: Meningkatkan kecakapan masyarakat desa dalam menggunakan teknologi informasi.
* Pusat Belajar: Menjadi ruang referensi dan sumber ilmu bagi pelajar serta mahasiswa.
* Promosi Desa: Mendukung publikasi potensi unggulan desa melalui media digital.
* Partisipasi Publik: Mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan berbasis informasi.
Program ini merupakan wujud nyata transformasi digital di Kabupaten Takalar, sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, terbuka, dan responsif.
Ke depan, Pemkab Takalar menargetkan agar POINDES hadir di seluruh desa. Dengan demikian, pemerataan akses informasi dan penguatan literasi digital dapat dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat “Takalar Cepat”, pemerintah daerah terus bergerak menghadirkan inovasi demi pelayanan publik yang semakin berkualitas dan inklusif.
(MSY)






