Retorika.co.id, Gowa – Proyek Revitalisasi TK Aisyiyah Romang Lompoa di Desa Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, yang bersumber dari bantuan pemerintah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, menuai sorotan.
Pasalnya, pembangunan yang dikabarkan telah mencapai progres sekitar 30 persen tersebut diduga belum dilengkapi dengan pemasangan papan informasi proyek. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi publik dalam pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran negara.
Tidak dipasangnya papan proyek di lokasi pembangunan memunculkan dugaan lemahnya transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan. Padahal, papan informasi proyek merupakan salah satu sarana penting bagi masyarakat untuk mengetahui sumber anggaran, nilai bantuan, pelaksana kegiatan, serta jangka waktu pengerjaan.
Jika informasi tersebut tidak tersedia, masyarakat tentu akan kesulitan menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan dana pemerintah. Oleh karena itu, P2SP dan Kepala Sekolah selaku pihak terkait perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan belum terpasangnya papan informasi tersebut.
Masyarakat mendesak pihak terkait, termasuk dinas pendidikan dan instansi pengawas, agar segera melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi TK Aisyiyah Romang Lompoa tersebut.
Transparansi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan uang negara. Jika proyek dilaksanakan sesuai ketentuan, tidak ada alasan untuk menutup akses informasi kepada publik. Pihak pengelola kegiatan diharapkan segera memasang papan informasi proyek dan membuka rincian anggaran serta pelaksanaan pekerjaan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini tayang, pihak P2SP dan konsultan pengawas proyek TK Aisyiyah Gentungan belum memberikan keterangan resmi.
Bersambung part dua






