Retorika.co.id, Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar membuka peluang lebih luas bagi pemuda daerah untuk bekerja di Jepang melalui kerja sama dengan Shin Indonesia, lembaga pelatihan kerja yang berpusat di Makassar.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung program pemerintah dalam menekan angka pengangguran usia produktif sekaligus membuka akses penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.
Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, mengatakan Shin Indonesia telah bergerak selama sekitar 10 tahun di bidang pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Lembaga tersebut juga telah memperoleh izin sebagai Sending Organization (SO) dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk penyelenggaraan penempatan magang di luar negeri, khususnya Jepang.
Menurut Daeng Manye, kerja sama Shin Indonesia dengan Pemkab Takalar telah diwujudkan melalui pembangunan pusat pelatihan (Training Center) pendidikan bahasa Jepang di Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan.
“Shin Indonesia juga sudah melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam upaya mendukung program strategis nasional pemerintah untuk menekan angka pengangguran di usia kerja,” kata Daeng Manye, Rabu (24/09/2026).
Proses perekrutan dan seleksi calon peserta dari Takalar dilakukan bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Takalar. Tahapannya mencakup pemeriksaan dokumen, kesamaptaan, tes akademik, tes fisik, hingga pemeriksaan kesehatan.
Peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya mengikuti pendidikan dan pelatihan bahasa serta budaya Jepang sebelum ditempatkan sesuai bidang pekerjaan.
Sejumlah sektor yang disiapkan antara lain manufaktur, konstruksi, pertanian, peternakan, serta caregiver atau tenaga perawat lansia.
Untuk masa kerja, peserta disebut akan memperoleh kontrak sekitar tiga tahun. Dalam kontrak tersebut tercantum hak dan kewajiban pekerja, termasuk pekerjaan, fasilitas tempat tinggal, tunjangan, serta perlindungan melalui asuransi kesehatan, kecelakaan kerja, hingga jaminan hari tua.
Selain sektor tersebut, Shin Indonesia saat ini juga mendapat permintaan tenaga pengemudi dalam jumlah besar dari Jepang.
Daeng Manye menyebut kebutuhan tersebut mencapai 1.000 tenaga driver yang akan dipenuhi secara bertahap dalam waktu tiga tahun.
“Permintaan saat ini adalah tenaga driver sebanyak 1.000 orang untuk penempatan ke Jepang. Untuk memenuhi kuota 1.000 orang ini, kami diberikan waktu selama tiga tahun,” ujarnya.
Untuk mendukung program tersebut, Shin Indonesia juga telah membuka tempat pelatihan mengemudi di Desa Boddia, Kecamatan Galesong.
Pelatihan tersebut dirancang dengan standar Jepang. Peserta akan dibekali kemampuan mengemudi yang diharapkan dapat membantu mereka dalam proses memperoleh SIM internasional setelah berada di Jepang.
Daeng Manye mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong penyebarluasan informasi mengenai peluang kerja tersebut agar semakin banyak pemuda Takalar yang mengetahui dan dapat mengikuti proses seleksi.
“Ini bentuk kerja sama kami dengan Pemerintah Kabupaten Takalar agar menggiatkan terus informasi ini untuk memberikan peluang dan kesempatan kepada pemuda-pemudi Kabupaten Takalar untuk mengambil peluang dan kesempatan supaya bisa bekerja di Jepang,” katanya.
Kerja sama tersebut juga akan dikembangkan melalui pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan yang lebih besar.
Daeng Manye mengungkapkan Shin Indonesia telah membebaskan lahan di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, yang direncanakan menjadi kampus sekaligus Training Center terpusat untuk wilayah Sulawesi Selatan.
“Insyaallah dalam waktu dekat ini pembangunan akan segera kami mulai,” ujar Daeng Manye.
Ia berharap seluruh rangkaian kerja sama tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat Takalar memiliki akses yang lebih mudah terhadap informasi, pendidikan, pelatihan, dan kesempatan bekerja di luar negeri.
“Semoga seluruh kegiatan kita ini bisa berjalan dengan baik sehingga memudahkan bagi warga Takalar yang ingin mengambil peluang dan kesempatan untuk bekerja di luar negeri,”
(Mansyur)






