Retorika.co.id, Takalar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar menggelar Sosialisasi Smart Respons Terintegrasi (SRI Takalar) di Ruang Pertemuan Kantor BPBD Kabupaten Takalar, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Takalar dalam membangun sistem pelaporan dan penanganan bencana yang lebih cepat, tepat, transparan, dan terintegrasi.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Dandim 1426/Takalar, perwakilan Kapolres Takalar, akademisi, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Takalar, perwakilan Dinas Kesehatan/PSC, Dinas Sosial dan PMD, Satpol PP, Damkar dan Penyelamatan, Dinas Kominfo-SP, Pos Basarnas Takalar, para camat, kepala desa dan lurah, perwakilan PLN, PDAM Tirta Panrannuangku, PMI Takalar, BAZNAS Takalar, RAPI, insan pers, serta Tim Inovasi SRI BPBD Kabupaten Takalar.
Dalam pemaparannya, Hj. Herlina, S.T., Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Takalar, menjelaskan bahwa Smart Respons Terintegrasi (SRI Takalar) merupakan inovasi yang menghubungkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, dan pemerintah desa dalam satu sistem layanan penanganan keadaan darurat.
Menurutnya, selama ini BPBD Kabupaten Takalar menerima berbagai laporan dari seluruh 12 kecamatan, mulai dari bencana puting beliung, abrasi, banjir, hingga kebakaran. Berbagai penanganan yang dilakukan telah memberikan manfaat kepada ribuan masyarakat terdampak.
Smart Respons Terintegrasi ini bukan sekadar pembaruan inovasi, melainkan langkah nyata kita bersama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan. Keberhasilan inovasi ini sangat bergantung pada sinergi dan komitmen kita semua sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hj. Herlina.
Ia juga memaparkan capaian penanganan bencana yang telah dilakukan BPBD Kabupaten Takalar. Sepanjang tahun 2025, BPBD menyalurkan bantuan kepada 1.972 jiwa yang terdampak berbagai bencana. Sementara hingga Juli 2026, jumlah penerima bantuan telah mencapai 751 jiwa.
Bantuan tersebut diberikan kepada korban bencana puting beliung, abrasi, banjir, kebakaran, serta kejadian bencana lainnya di wilayah Kabupaten Takalar.
Hj. Herlina menambahkan, sosialisasi SRI Takalar akan terus dilaksanakan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama dalam sistem pelaporan serta penanganan bencana secara terpadu.
Sementara itu, Kabid Kominfo Kabupaten Takalar, Andi Gunawan, menjelaskan bahwa layanan Emergency Call 112 menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung implementasi Smart Respons Terintegrasi.
Menurutnya, untuk sementara pusat operator layanan 112 berada di Bidang Humas Dinas Kominfo Kabupaten Takalar. Setiap laporan yang masuk akan diterima operator dan langsung diteruskan kepada instansi yang berwenang sesuai jenis kedaruratannya.
“Apabila terjadi kebakaran atau bencana alam akan diteruskan ke BPBD. Jika membutuhkan ambulans akan diteruskan ke PSC maupun Dinas Kesehatan, sedangkan kejadian yang berkaitan dengan tindak pidana akan diteruskan kepada pihak Kepolisian. Semua ini bertujuan mempercepat respons melalui koordinasi lintas instansi,” jelasnya.
Ia menambahkan, layanan 112 merupakan layanan kedaruratan nasional yang dapat diakses dari mana saja, bahkan ketika pelapor berada di luar daerah maupun di luar negeri. Sistem akan secara otomatis menghubungkan panggilan ke operator terdekat sebelum diteruskan ke daerah tempat kejadian.
Menurut Andi Gunawan, Smart Respons Terintegrasi merupakan embrio sistem pelayanan kedaruratan yang akan terus dikembangkan. Saat ini layanan masih beroperasi di Dinas Kominfo mengikuti jam kerja, namun ke depan Pemerintah Kabupaten Takalar menargetkan layanan tersebut dapat beroperasi selama 24 jam dengan dukungan petugas yang bekerja secara bergantian.
“Harapan kami, layanan Emergency Call 112 dapat terus disempurnakan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kedaruratan selama 24 jam. Penempatan pusat layanan nantinya akan menjadi kebijakan Bupati Takalar dengan mempertimbangkan instansi yang paling siap menangani kondisi darurat,” katanya.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara BPBD, Dinas Kominfo, TNI-Polri, PSC, Damkar, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, serta seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pelayanan kebencanaan yang cepat, tepat, profesional, dan terintegrasi.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan Emergency Call 112 sebagai saluran resmi pelaporan apabila terjadi bencana, kebakaran, kecelakaan lalu lintas, orang tenggelam, maupun kondisi darurat lainnya.
Dengan hadirnya Smart Respons Terintegrasi (SRI Takalar), Pemerintah Kabupaten Takalar berharap setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara lebih efektif sehingga mampu meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan publik di bidang kebencanaan.
(MANSYUR)






