Retorika.co.id, Takalar – Kabar yang beredar di masyarakat terkait dugaan adanya aliran uang setoran rutin dari sejumlah bandar narkoba kepada oknum aparat penegak hukum yang bertugas di wilayah Kabupaten Gowa dan Takalar akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pihak kepolisian. Isu ini mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat publik menyusul pelaksanaan operasi besar-besaran yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan pada hari Kamis, 28 Mei 2026 lalu.
Merespons informasi yang berkembang tersebut, Kasat Narkoba Polres Takalar, AKP H asrullah, angkat bicara dan dengan tegas membantah kebenaran kabar tersebut. ia menegaskan bahwa isu yang menyudutkan pihak kepolisian itu tidak memiliki dasar yang kuat.
“Itu tidak benar,” tegas AKP H asrullah dengan nada singkat saat dimintai konfirmasi terkait kabar yang beredar tersebut.
Lebih jauh, AKP H Asrullah menjelaskan bahwa dirinya baru saja memegang jabatan sebagai Kepala Satuan Narkoba di Polres Takalar, tepatnya mulai bulan April 2026 yang lalu. Kendati demikian, ia tidak menutup mata maupun bersikap diam terhadap informasi yang menjadi sorotan masyarakat ini. Justru, ia berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap informasi yang masuk dengan langkah penelusuran yang mendalam dan menyeluruh.
“Saya baru menjabat sebagai Kasat Narkoba terhitung bulan April 2026 yang lalu. Terkait kabar yang beredar ini, saya akan segera menelusuri kebenarannya dan mengusut tuntas informasi tersebut sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.
“Kami pastikan, jika memang terbukti ada oknum anggota yang terlibat di dalam hal ini, maka kami akan memprosesnya sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku di dalam institusi kepolisian,” pungkasnya.
Dengan pernyataan ini, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, namun tetap dapat mengawasi dan mendukung kinerja kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Kabupaten Takalar dan sekitarnya.
(MANSYUR)






