Retorika.co.id, Takalar – Pagi masih dingin, tapi Lapangan Makodim 1426/Takalar Jl. Fitrah No. 9 Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar sudah panas. Senin (27/4/2026) tepat pukul 07.00 Wita, 100 prajurit dan PNS Kodim 1426/Takalar tegap dalam barisan upacara bendera.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara: Mayor Inf Halik, Kasdim 1426/Takalar. Komandan Upacara: Kapten Inf Syarifuddin, Pasi Ops. Perwira Upacara: Kapten Inf Nur Alam, Pasi Pers. Derap langkah 2 SST bersenjata PDL, 1 Pok Perwira, dan 1 SSR gabungan Intel-PNS-Polkes pecah hening pagi.
Serda Syahrul lantang ucapkan Sapta Marga. Kopda Amiruddin gaungkan Sumpah Prajurit. Koptu Sabrianto tegaskan 8 Wajib TNI. Merah Putih berkibar. Di situ, jiwa korsa di-charge ulang.
Pukul 07.18 Wita, upacara kelar. Masuk sesi inti: Jam Pimpinan.* Mayor Inf Halik langsung hadap 100 personel. Tanpa basa-basi, tiga penekanan keras dilempar:
1. Pengawasan & Informasi Komando Atas*
“Jam Dan ini wujud kontrol pimpinan. Semua arahan dari atas harus sampai ke kalian tanpa distorsi. Jangan ada yang ketinggalan info,” tegas Kasdim.
2. Keluarga Kuat, TNI Hebat*
Kasdim perintahkan: bina Persit dan keluarga. “Mental, fisik, sejahtera, moril keluarga kalian itu prioritas. Keluarga harmonis = prajurit fokus. Prajurit fokus = tugas pokok berhasil,” ujarnya.
3. Zero Pelanggaran Harga Mati*
“Pedoman kita jelas: Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI. Hafal di luar kepala, laksanakan di lapangan. Hindari pelanggaran sekecil apapun. Satu orang berulah, nama satuan taruhannya,” tandas Mayor Halik.
Pukul 07.35 Wita, Jam Pimpinan selesai. 100 personel bubar dengan satu napas: *disiplin, keluarga, dan kehormatan satuan adalah segitiga emas prajurit Kodim 1426/Takalar*.
Upacara bendera bukan sekadar seremoni. Jam Pimpinan bukan sekadar ngomel. Ini cara Kasdim 1426/Takalar pastikan mesin tempur teritorial tetap panas, moril tetap tinggi, dan keluarga prajurit tetap jadi prioritas. (Pendim 1426).
(MANSYUR)






