Retorika.co.id, Takalar – SMPN 2 Mangarabombang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui program unggulan “Gema Lestari Mangarabombang” (Gerakan Bersama Lingkungan Sehat, Tangguh, dan Mandiri).
Program tersebut menjadi tema dalam Talkshow *Takalar Cepat Menyapa dibawah naungan Dinas Kominfo Takalar bersama Kepala SMPN 2 Mangarabombang, DR. H. Karmila, S.Si., M.Pd., yang berlangsung di Studio Radio Suara Lipang Bajeng, Selasa (12/5/2026). Acara dipandu oleh host Hesty.
Dalam talkshow tersebut, Kepala SMPN 2 Mangarabombang menjelaskan bahwa Gema Lestari merupakan bentuk sinergi antara kebijakan pemerintah daerah (*top-down*) dan implementasi nyata di lingkungan sekolah (*bottom-up*). Program ini sekaligus menjadi dukungan penuh terhadap salah satu program prioritas Bupati Takalar, yakni “Takalar Bisa” (Bersih, Indah, Sehat, dan Nyaman).
Menurutnya, inovasi tersebut lahir sebagai respons terhadap persoalan sampah plastik serta kebutuhan akan sanitasi yang layak di lingkungan sekolah. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan pembelajaran mendalam, SMPN 2 Mangarabombang bertransformasi menjadi laboratorium karakter, di mana peserta didik tidak hanya belajar teori, tetapi juga membiasakan diri menjalani gaya hidup berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
“Program ini tidak dirancang sebagai tambahan beban kurikulum, melainkan sebagai pembiasaan yang dilakukan setiap hari melalui tiga pilar utama,” jelasnya.
Adapun tiga pilar utama dalam program Gema Lestari meliputi:
**Pilah Mandiri** melalui sistem pengelolaan sampah terintegrasi dan penyediaan tempat sampah terpilah;
**Gerakan “Tumbler My Hero”**, sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai;
**Revitalisasi Sanitasi**, melalui penyediaan dan perbaikan fasilitas kebersihan seperti wastafel dan sarana sanitasi lainnya.
Melalui gerakan peduli lingkungan tersebut, SMPN 2 Mangarabombang berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang estetik, asri, bersih, dan bebas dari bau sampah. Selain itu, lingkungan yang nyaman juga diyakini mampu meningkatkan keamanan psikologis siswa, sehingga mereka merasa lebih bangga, nyaman, dan bahagia saat berada di sekolah.
“Jika siswa nyaman, guru senang, dan orang tua tenang, maka proses pembelajaran akan berjalan lebih optimal,” ungkapnya.
Lebih jauh, karakter peduli lingkungan yang ditanamkan di sekolah diharapkan dapat terbawa hingga ke rumah dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat luas, khususnya di wilayah Mangarabombang.
Ia menegaskan bahwa inovasi di SMPN 2 Mangarabombang bukan sekadar tentang membuang sampah pada tempatnya, melainkan upaya membangun peradaban baru yang lebih peduli terhadap keberlangsungan bumi. Melalui kebiasaan membawa tumbler, memilah sampah, dan menjaga sanitasi, sekolah berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan semangat tersebut, SMPN 2 Mangarabombang mengusung slogan:
“Sekolah Bersih, Belajar Nyaman, Masa Depan Aman.”
(MANSYUR)






