<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#money politik &#8211; Retorika</title>
	<atom:link href="https://www.retorika.co.id/tag/money-politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.retorika.co.id</link>
	<description>Multi Media Perkasa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Nov 2024 23:41:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2022/11/cropped-logo-pav-retorika-32x32.png</url>
	<title>#money politik &#8211; Retorika</title>
	<link>https://www.retorika.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dugaan Praktek Money Politik di Pilkada Gowa, Benarkah Oknum Guru Terlibat ?</title>
		<link>https://www.retorika.co.id/hukum/dugaan-praktek-money-politik-di-pilkada-gowa-benarkah-oknum-guru-terlibat/6988/</link>
					<comments>https://www.retorika.co.id/hukum/dugaan-praktek-money-politik-di-pilkada-gowa-benarkah-oknum-guru-terlibat/6988/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 23:41:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM]]></category>
		<category><![CDATA[Politics]]></category>
		<category><![CDATA[#Bawaslu Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[#Gakumdu]]></category>
		<category><![CDATA[#money politik]]></category>
		<category><![CDATA[#pilkada gowa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.retorika.co.id/?p=6988</guid>

					<description><![CDATA[Retorika.co.id, Gowa – Dugaan praktek money politik kembali mencoreng proses demokrasi di Kabupaten Gowa. Kali ini, tudingan tersebut mengarah kepada salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa yang diduga melakukan praktik curang melalui pembagian uang di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di kawasan Sungguminasa. Kejadian ini memicu polemik di tengah masyarakat, terlebih karena [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h5><span style="color: var(--c-contrast-800); font-size: 18.2px;"><a href="http://Retorika.co.id" target="_blank" rel="noopener">Retorika.co.id</a>, Gowa – Dugaan praktek money politik kembali mencoreng proses demokrasi di Kabupaten Gowa. Kali ini, tudingan tersebut mengarah kepada salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa yang diduga melakukan praktik curang melalui pembagian uang di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di kawasan Sungguminasa. Kejadian ini memicu polemik di tengah masyarakat, terlebih karena melibatkan lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat mendidik generasi muda untuk menjunjung tinggi moral dan integritas.</span></h5>
<h5>Berdasarkan informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial, terutama Facebook dan Tiktok, dugaan praktek money politik ini dilakukan oleh beberapa oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sungguminasa dan salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Pallangga Gowa.</h5>
<h5>Dalam sebuah video yang beredar luas pada Minggu (24/11/2024), terlihat adanya amplop berisi uang tunai sebesar Rp 100.000 yang berhasil disita oleh masyarakat yang melakukan penggrebekan dilokasi. Amplop berisi uang tersebut diduga akan dibagikan kepada para orang tua siswa. Mereka diketahui sengaja diundang oleh pihak sekolah dalam sebuah pertemuan yang kemudian disinyalir menjadi ajang pembagian uang demi mendukung salah satu pasangan calon tertentu.</h5>
<h5>Rekaman video yang dibagikan oleh salah satu akun Facebook menunjukkan sekelompok orang mendatangi sekolah untuk memastikan tindakan tersebut. Mereka menduga aktivitas ini adalah bentuk manipulasi suara melalui pendekatan kepada keluarga siswa. Tindakan ini dinilai mencederai semangat demokrasi serta melanggar etika lembaga pendidikan yang seharusnya netral dan fokus pada pendidikan karakter bangsa.</h5>
<h5>Kejadian ini sontak menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerhati pendidikan, dan pegiat pemilu. Mereka menuntut agar pihak berwenang, seperti Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), segera turun tangan untuk menyelidiki dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat. Mereka juga meminta agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang, mengingat pentingnya menjaga kejujuran dalam setiap proses pemilihan umum.</h5>
<h5>Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pasangan calon yang diduga terlibat maupun dari pihak sekolah. Sementara itu, pihak Panwaslu Gowa juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran ini. Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian bersama untuk memastikan pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.</h5>
<h5></h5>
<h5></h5>
<h5></h5>
<h5></h5>
<h5></h5>
<h5></h5>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.retorika.co.id/hukum/dugaan-praktek-money-politik-di-pilkada-gowa-benarkah-oknum-guru-terlibat/6988/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
