<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#dinas tata ruang kota Makassar &#8211; Retorika</title>
	<atom:link href="https://www.retorika.co.id/tag/dinas-tata-ruang-kota-makassar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.retorika.co.id</link>
	<description>Multi Media Perkasa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Nov 2024 07:08:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2022/11/cropped-logo-pav-retorika-32x32.png</url>
	<title>#dinas tata ruang kota Makassar &#8211; Retorika</title>
	<link>https://www.retorika.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aksi Warga Blokade Jalan Tuntut Penghentian Pembangunan Perumahan Wood Land di Antang</title>
		<link>https://www.retorika.co.id/makassar/aksi-warga-blokade-jalan-tuntut-penghentian-pembangunan-perumahan-wood-land-di-antang/6668/</link>
					<comments>https://www.retorika.co.id/makassar/aksi-warga-blokade-jalan-tuntut-penghentian-pembangunan-perumahan-wood-land-di-antang/6668/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 07:06:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[#dinas lingkungan hidup kota Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[#dinas tata ruang kota Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[#perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[#pj walikota Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[#sdn Pannara]]></category>
		<category><![CDATA[#Wood Land]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.retorika.co.id/?p=6668</guid>

					<description><![CDATA[Retorika.co.id, Makassar &#8211; Sejumlah warga Kelurahan Antang yang menamakan diri sebagai perwakilan masyarakat setempat menggelar aksi damai di ruas Jalan Antang Raya, Senin (11/11/2024). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pembangunan perumahan Wood Land oleh pengembang PT Indo Bangun Mitra Perkasa. Warga menuntut agar proyek tersebut dihentikan sementara hingga seluruh perizinan, termasuk Analisis Mengenai Dampak [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h5><span style="color: var(--c-contrast-800); font-size: 18.2px;"><a href="http://Retorika.co.id" target="_blank" rel="noopener">Retorika.co.id</a>, Makassar &#8211; Sejumlah warga Kelurahan Antang yang menamakan diri sebagai perwakilan masyarakat setempat menggelar aksi damai di ruas Jalan Antang Raya, Senin (11/11/2024). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pembangunan perumahan Wood Land oleh pengembang PT Indo Bangun Mitra Perkasa. Warga menuntut agar proyek tersebut dihentikan sementara hingga seluruh perizinan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dipenuhi dan keamanan lingkungan terjamin. Aksi tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang, memaksa para pengendara untuk mencari jalan alternatif.</span></h5>
<h5>Puncak keresahan warga terjadi setelah robohnya tembok pembatas antara lokasi perumahan dan SDN Pannara pada Senin lalu. Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah harus dihentikan sementara, dan para siswa terpaksa diliburkan sementara waktu. Warga menilai peristiwa ini sebagai bukti kelalaian pihak pengembang dalam memenuhi standar keamanan selama proses konstruksi.</h5>
<figure id="attachment_6674" aria-describedby="caption-attachment-6674" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-6674" src="https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0041-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0041-300x169.jpg 300w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0041-1024x578.jpg 1024w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0041-768x433.jpg 768w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0041-1536x867.jpg 1536w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0041-150x85.jpg 150w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0041-450x254.jpg 450w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0041-1200x677.jpg 1200w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0041.jpg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-6674" class="wp-caption-text">Foto warga pengunjuk rasa yang membakar ban bekas menuntut penghentian sementara pembangunan perumahan Wood Land</figcaption></figure>
<h5>Selain itu perwakilan massa juga menuding lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar terkait pembangunan perumahan mewah yang lokasinya berada diatas lahan eks PT Gulat tersebut.</h5>
<h5>Hasrun Haruna, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Antang sekaligus koordinator aksi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali berupaya berdialog dengan pengembang terkait pembangunan pagar pembatas.</h5>
<h5>&#8220;Sejak awal sebelum pembangunan, kami sudah meminta mereka membangun pondasi pagar, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mereka hanya menimbun tanah tanpa ada pembangunan pagar,&#8221; jelas Hasrun. Ia menekankan bahwa pagar tersebut sangat diperlukan demi keselamatan warga sekitar, terutama para siswa SDN Pannara.</h5>
<h5>Menurut Hasrun, robohnya tembok ini merupakan bukti kurangnya perhatian pengembang terhadap keamanan lingkungan.</h5>
<h5>&#8220;Sudah dua minggu anak-anak tidak bisa belajar karena masalah ini. Bagaimana bisa mereka disebut pengembang profesional jika masalah dasar seperti pagar pembatas saja diabaikan?&#8221; kata Hasrun dengan nada kecewa. Ia juga menyoroti ketidakjelasan izin AMDAL dan menegaskan bahwa pembangunan seharusnya tidak dilanjutkan sebelum semua izin terpenuhi.</h5>
<figure id="attachment_6675" aria-describedby="caption-attachment-6675" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-6675" src="https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0038-300x164.jpg" alt="" width="300" height="164" srcset="https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0038-300x164.jpg 300w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0038-1024x561.jpg 1024w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0038-768x421.jpg 768w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0038-150x82.jpg 150w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0038-450x247.jpg 450w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241111-WA0038.jpg 1040w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-6675" class="wp-caption-text">Foto spanduk penolakan warga terhadap kegiatan pembangunan perumahan Wood Land</figcaption></figure>
<h5>Ari, seorang tokoh pemuda Pannara yang juga turut dalam aksi, menuturkan bahwa sudah ada kesepakatan sebelumnya dengan pihak pengembang untuk tidak melanjutkan pembangunan selain pagar pembatas.</h5>
<h5>&#8220;Kami sudah dua kali bertemu dan sepakat bahwa tidak ada pembangunan lainnya sampai pagar selesai. Namun, mereka tetap melanggar kesepakatan ini,&#8221; ujar Ari. Dia menyayangkan sikap pengembang yang dianggap mengabaikan peringatan warga dan orang tua siswa terkait keamanan lingkungan.</h5>
<h5>Hal serupa juga diungkapkan oleh ketua RT setempat, yang merasakan langsung dampak dari pembangunan perumahan tersebut. Ia menyatakan bahwa beberapa warganya mengalami gangguan akibat debu dan kebisingan yang timbul dari proyek ini, yang menurutnya sangat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.</h5>
<h5>Di sisi pengembang, Munkar selaku penanggung jawab lapangan, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang memprioritaskan perbaikan pagar SDN Pannara yang roboh.</h5>
<h5>&#8220;Kami berupaya menyelesaikan pembangunan pagar sekolah yang roboh secepatnya, meskipun kami mengalami kendala jumlah tenaga kerja,&#8221; jelas Munkar.</h5>
<h5>Terkait izin AMDAL, ia mengatakan bahwa prosesnya masih dalam tahap pengesahan dan berjanji akan mengikuti prosedur yang berlaku.</h5>
<h5>Aksi damai ini berlangsung dengan pengamanan ketat dari Polsek Manggala yang bertugas menjaga situasi tetap kondusif. Para peserta aksi terlihat memblokade jalan dan membakar ban sebagai bentuk protes. Polisi juga mengatur lalu lintas di sekitar lokasi untuk mengurangi dampak kemacetan akibat aksi ini.</h5>
<h5>Warga sekitar yang menyaksikan aksi tersebut turut memberikan dukungan, berharap agar pembangunan dihentikan sementara hingga izin dan keamanan lingkungan benar-benar terpenuhi. Mereka menuntut agar pengembang lebih bertanggung jawab dalam menjalankan proyek, khususnya untuk menjaga keselamatan masyarakat sekitar.</h5>
<h5>Warga berharap Pemerintah Kota Makassar segera turun tangan untuk memediasi dan memastikan bahwa pembangunan perumahan mewah ini sesuai dengan aturan yang berlaku serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.</h5>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.retorika.co.id/makassar/aksi-warga-blokade-jalan-tuntut-penghentian-pembangunan-perumahan-wood-land-di-antang/6668/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LSM Triga Nusantara Indonesia Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Tata Ruang dan DLH Kota Makassar Terkait Pembangunan Perumahan di Kelurahan Antang</title>
		<link>https://www.retorika.co.id/daerah/lsm-triga-nusantara-indonesia-soroti-lemahnya-pengawasan-dinas-tata-ruang-dan-dlh-kota-makassar-terkait-pembangunan-perumahan-di-kelurahan-antang/6532/</link>
					<comments>https://www.retorika.co.id/daerah/lsm-triga-nusantara-indonesia-soroti-lemahnya-pengawasan-dinas-tata-ruang-dan-dlh-kota-makassar-terkait-pembangunan-perumahan-di-kelurahan-antang/6532/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2024 00:51:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[#dinas lingkungan hidup kota Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[#dinas tata ruang kota Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[#lsm Triga Nusantara Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#sdn Pannara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.retorika.co.id/?p=6532</guid>

					<description><![CDATA[Retorika.co.id, Makassar – LSM Triga Nusantara Indonesia menyuarakan keprihatinan terhadap lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar terkait pembangunan perumahan mewah oleh PT Indo Bangun Mitra Perkasa di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala. Proyek ini menimbulkan masalah serius dengan runtuhnya pagar pembatas UPT SPF SD Negeri Pannara [...]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Retorika.co.id, Makassar – LSM Triga Nusantara Indonesia menyuarakan keprihatinan terhadap lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar terkait pembangunan perumahan mewah oleh PT Indo Bangun Mitra Perkasa di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala. Proyek ini menimbulkan masalah serius dengan runtuhnya pagar pembatas UPT SPF SD Negeri Pannara pada Senin (4/11/2024) sore, yang memunculkan pertanyaan besar seputar pemenuhan persyaratan legal dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).</p>
<p>Mustakim, seorang guru di SDN Pannara, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WITA.</p>
<p>“Kebetulan waktu kejadian itu anak anak ada yang masuk siang kelas 3, 4, 5 dan 6 beruntungnya tidak ada korban jiwa, karena yang dekat dengan kejadian itu kelas 1 dan kelas 2 yang kelasnya sudah kosong, tetapi kerusakan yang ditimbulkan sangat mengkhawatirkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pihak sekolah dan warga sekitar merasa prihatin karena dampak dari proyek ini seharusnya dapat diantisipasi jika pengawasan pemerintah berjalan efektif.</p>
<p>Pantauan media menunjukkan bekas longsoran tanah dan lumpur masih menutupi sebagian besar halaman sekolah, memaksa pihak sekolah dan para murid untuk bergotong-royong membersihkan area tersebut agar proses belajar-mengajar tidak terganggu.</p>
<figure id="attachment_6540" aria-describedby="caption-attachment-6540" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-6540" src="https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_20241105_141115-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_20241105_141115-300x225.jpg 300w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_20241105_141115-1024x768.jpg 1024w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_20241105_141115-768x576.jpg 768w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_20241105_141115-1536x1152.jpg 1536w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_20241105_141115-2048x1536.jpg 2048w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_20241105_141115-150x113.jpg 150w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_20241105_141115-450x338.jpg 450w, https://www.retorika.co.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_20241105_141115-1200x900.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-6540" class="wp-caption-text">Situasi pasca rubuhnya tembok SDN Pannara kecamatan Manggala Kota Makassar</figcaption></figure>
<p>Pada pertengahan Oktober lalu, LSM Triga Nusantara Indonesia telah mengirimkan surat resmi kepada Dinas Tata Ruang dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, meminta tindakan segera untuk memastikan proyek ini sesuai dengan peraturan. Namun, hingga kini tanggapan dari pihak terkait dinilai lamban, yang memicu keresahan di masyarakat khususnya para orang tua murid SDN Pannara.</p>
<p>Lebih mengejutkan lagi, pihak pengembang, PT Indo Bangun Mitra Perkasa, belum mengambil inisiatif untuk menemui pihak sekolah pasca insiden.</p>
<p>“Sebelum proyek dimulai, pihak perusahaan bahkan tidak pernah memberikan pemberitahuan kepada kami,” tambah Mustakim.</p>
<p>Ia menyebut bahwa pernyataan lisan terkait rencana perbaikan pagar hanya disampaikan oleh pengawas proyek tanpa kejelasan lebih lanjut.</p>
<p>Pemerintah setempat, termasuk pihak Kelurahan, Ketua RW, Babinsa, dan Kepala SDN Pannara, telah melakukan pertemuan dengan perwakilan warga untuk menuntut tanggung jawab dari pihak pengembang. Hasil pertemuan menyepakati penghentian sementara proyek pembangunan perumahan mewah tersebut hingga evaluasi menyeluruh dilakukan untuk menilai kelengkapan perizinan dan dampak lingkungannya.</p>
<p>Kepala Divisi Investigasi LSM Triga Nusantara Indonesia DPD Sulawesi Selatan, Safaruddin, menegaskan bahwa lemahnya pengawasan ini tidak hanya mengancam keselamatan publik, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat.</p>
<p>“Kepastian hukum dan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan di Kota Makassar. Ini seharusnya sudah diantisipasi, mengingat laporan kami kepada dinas terkait telah diajukan,” ujar Ichal, sapaan akrabnya.</p>
<p>LSM Triga Nusantara Indonesia mendesak Dinas Tata Ruang dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar untuk segera mengambil langkah tegas, mulai dari evaluasi hingga penegakan hukum jika ditemukan pelanggaran. Harapannya, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk memastikan pembangunan di Kota Makassar berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan demi melindungi keselamatan dan hak masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.retorika.co.id/daerah/lsm-triga-nusantara-indonesia-soroti-lemahnya-pengawasan-dinas-tata-ruang-dan-dlh-kota-makassar-terkait-pembangunan-perumahan-di-kelurahan-antang/6532/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
